Featured

Damai

damai

Damai. Kedamaian. Sungguh betapa sering kita mendengar kata-kata itu digaungkan dimana-mana. Semua agama mengajarkan hal yang sama tentang damai, tentang pentingnya masing-masing umat menjaga kedamaian. Kalaupun ada perselisihan, tujuannya adalah untuk menciptakan kedamaian yang lebih luas arti.

Tapi kedamaian ini kadang menjadi semakin sempit dalam kepala kita masing-masing. Bagi kita, kedamaian adalah sesuatu yang berada di luar, di sekitar, di sekeliling kita. Bahwa kedamaian adalah ketika tak ada perang yang terjadi di daerah yang kita tinggali. Bahwa kedamaian adalah tak ada bantai membantai, tak ada darah bersimbah, tak ada kekerasan. Bahwa kedamaian adalah saat tak ada kemarau panjang dan tanaman masih tumbuh subur. Selalu, kita merasa bahwa kedamaian adalah sesuatu yang berada di luar diri. Lanjutkan membaca “Damai”

Iklan
Featured

Selfie

selfi

Suatu hari saya bersama dua orang teman pergi jalan-jalan. Berbagai tempat kami kunjungi, lokasi-lokasi wisata.  Kedua teman saya ini senang sekali diajak jalan-jalan.

Seorang diantara mereka terbilang jarang pergi berwisata. Jika pun pergi jalan-jalan, paling sering hanya ke pusat-pusat perbelanjaan. Walaupun memang tak selalu belanja, paling tidak sekedar lihat-lihat saja.

Teman saya ini terlihat girang saat kami berwisata. Dia mengapresiasikan kegirangannya itu dengan mengambil banyak foto diri alias foto selfie. Lanjutkan membaca “Selfie”

Featured

Kilau Perempuan

kilau

Ini bukan hari Kartini, bukan pula hari perempuan. Tapi menulis tentang perempuan tak haruslah menunggu-nunggu momen seperti itu dulu. Apalagi sampai sekarang kasus kekerasan pada perempuan masih bejibun.

Sementara di sisi lain, masih banyak  perempuan yang membuat kejadian alay lebay ala cinta monyet. Salah satu contohnya Awkarin, youtubers dan selebgram yang mengupload video di youtube sambil menangis-nangis curhat ke netizen karena cinta monyetnya berakhir. Hidup bagai artis sinetron, diumbar-umbar urusan pribadi.

Seperti paradoks, di satu sisi perempuan menjadi korban. Namun di sisi lain, perempuan mengorbankan dirinya sendiri.

Di Indonesia, jumlah kekerasan pada perempuan tahun lalu saja tercatat ada 16.217 kasus.  Jika semua korban dijejerkan entah sebanyak mana akan terlihat.  Jangan-jangan tak akan muat  kalau dibariskan di kebanyakan lapangan sepak bola. Sebanyak 16.217 kasus itu data yang dicatat Komnas Perempuan. Lalu berapa banyak kasus yang tak tercatat dan tak dilaporkan? Lanjutkan membaca “Kilau Perempuan”

Featured

Kapal

kapal

Dalam kehidupan, kita, manusia seperti sebuah kapal. Kita mengarungi lautan serupa menjalani hidup, demi sampai pada samudera.

Dalam perjalanan itu, kita mengharapkan sebuah pelayaran yang tenang-tenang saja. Sehingga bisa cepat kita sampai pada tujuan. Sehingga bisa santai kita berlayar, sambil menikmati pemandangan, tanpa stres, tanpa beban yang terlampau berat.

Namun kehidupan adalah lautan yang tak terduga dengan segala kejutan yang pasti selalu ada. Kadang badai, kadang tanpa angin.  Kita pun akhirnya tak bisa sekedar duduk santai di buritan kapal. Tak akan ada pelayaran yang selamanya tenang.

Dalam keadaan lautan seperti apapun, kita dituntut untuk berpandai-pandai. Kita diminta menjadi navigator yang cekatan. Walaupun tak pernah punya ilmu navigasi, kita diharapkan bisa untuk selalu mawas diri. Lanjutkan membaca “Kapal”

Featured

Apa Yang Terlihat, Siapa Yang Kaya?

pamer

Seorang teman bercerita, setelah ia menikah, ibu mertuanya  meminta ia memakai perhiasan emas.  Entah itu cincin atau gelang. Namun tidak kalung karena teman saya ini berhijab sehingga pastilah kalung itu akan tertutupi hijab.

Teman ini enggan mengikuti permintaan mertuanya itu. Ia tak suka warna kuning emas. Selain juga memang tak terbiasa memakai perhiasan. Seperti terasa janggal saja pada tubuhnya jika ia memakai perhiasan. Ia memang perempuan sederhana yang tak suka bersolek.

Pada sang ibu mertua, ia telah mengatakan keengganannya itu. Tapi si ibu malah marah-marah. Ada-ada saja yang dikatakan si ibu. Teman saya merasa terluka.

Si ibu mertua mengatakan betapa malunya seorang perempuan jika tak memakai perhiasan emas. Itu pertanda miskin. Bahwa kaya itu adalah apa yang terlihat. Semakin banyak yang bisa dilihat orang, berarti semakin kaya lah seseorang.

Si ibu mengatakan sejak awal dia sudah tahu bahwa teman saya ini tak terlalu kaya. Buktinya ia tak pernah memakai emas. Sepeda motornya saja sudah terlihat tak lagi mantap, warna catnya sudah pudar. Padahal setahu saya teman saya ini tergolong perempuan mapan dengan tabungan dana yang cukuplah untuk menghidupi dirinya bertahun-tahun jika dia berhenti bekerja. Dia memang hobi menabung. Lanjutkan membaca “Apa Yang Terlihat, Siapa Yang Kaya?”

Dengan Segala Maha Itu

enlightenment-2

 

Telah kukunyah, telah kutelan

caci maki sumpah serapah dunia

membuncit di perutku

menyatu pada aliran nadi,

hembusan napas

semua partikel tubuh

 

Namun jiwaku kau buat kebal

Tak mempan pada semua nista kehidupan

aku adalah Kau

dengan segala Maha itu

 

Telah kukunyah, telah kutelan

pahit manis, indah, serapah kehidupan

mengering, menggelap pada tubuh

mengkaratkan raga

menghancurkan raga

 

Namun jiwaku kau buat kekal

Tak mempan dilanda karang, bebatu, besi dan semua keras tajam

Tak berkarat segala asam

Aku adalah kau

Dengan segala Maha itu

 

Ragaku yang tiada

Kita mewujud satu

Dengan segala Maha itu

Kita Adalah Laju Kereta Api

train

 

Kita adalah laju kereta api,

Jejak-jejak yang kita tinggalkan serupa kepulan asap-asap hitam

Yang muncrat dari cerobong lokomotif

Lalu terpias-pias menyatu ke udara

Kemudian masuk ke hidungmu

Menyesak-nyesak dalam paru-parumu

Berusaha menyampaikan kata-kata agar sampai pada jiwamu

 

Tapi dirimu hanya sebatas lambung

Yang tak kenyang-kenyang

Walau telah muntah membuncit perut

 

Kita adalah laju kereta api,

Tak bisa keluar kita dari lajur rel-rel besi tua

Yang telah dipaku menancap

Menghunus tanah

 

Apakah arti perjalanan percepatan?

Apakah itu menghitung berapa persinggahan?

Pada beberapa stasiun

Lalu tak bertanya apakah itu stasiun?

Pada akhir

 

Kita adalah laju kereta api,

Yang mengangkut semua sampah-sampah

Berupa kenangan, kesedihan, amarah, kesenangan

Kebahagiaan?

Berupa gerbong-gerbong laju roda

Kita

Menjadi karat

berat