Menyusuri Perjalanan Hidup Jokowi

GL000290-500x500Judul               :  Gado-Gado Kerikil Jokowi

Penulis             :  Anas Syahirul A, dkk

Penerbit           :  Galang Press

Cetakan           :  I, 2012

Tebal               :  196  halaman

Saat ini siapa yang tak kenal Joko Widodo alias Jokowi? Sukses menjadi walikota Solo dua periode berturut-turut, sekarang ia orang nomor  satu di Ibu Kota. Jokowi begitu dicintai.  Orang-orang  menyebutnya pejabat yang benar-benar peduli rakyat. Bukan sekedar pejabat yang cuma baik karena ada maunya saja.

Apakah memang benar begitu? Tiap orang tentu punya pendapat sendiri. Tapi sejauh ini Jokowi menunjukkan ia sukses. Bukan hanya sukses memimpin Solo dengan menghasilkan kebijakan dan pembangunan yang pro rakyat saja. Yang terpenting di atas segalanya, ia berhasil memenangkan hati rakyat.

Di tengah-tengah semakin surutnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, keberadaan Jokowi memang dianggap harapan baru. Ia diharapkan menjadi pembawa perubahan pada wajah pemerintahan Indonesia, dari kumpulan orang orang-orang egois doyan korupsi menjadi kumpulan orang-orang yang memang benar beraksi untuk membuat rakyat menjadi lebih baik.

Lalu siapa sebenarnya Jokowi? Mengapa bisa ia menjadi pribadi peduli rakyat? Sesuatu yang jarang dimiliki kebanyakan pejabat lainnya, apalagi mereka yang berada di puncak kekuasaan.

Tentang cerita hidup Jokowi tentulah sudah banyak dimuat media massa. Jika, ingin kisah lebih lengkap tentang dirinya, sekarang tak satu dua buku saja menuliskannya. Salah satunya buku berjudul ‘Gado-Gado Kerikil Jokowi’ ini.

Sebagian besar buku-buku yang memuat cerita hidupnya itu sama. Hanya saja ‘Gado-Gado Kerikil Jokowi’ ini berbeda karena merupakan kumpulan karya jurnalistik para wartawan di Solo. Sebagaimana layaknya sebuah karya jurnalistik, tulisan di dalamnya bukan puja puji saja. Tapi lebih apa adanya. Kadang malah memuat pendapat mereka yang kontra pada kebijakan Jokowi.  Penulis buku ini memang para wartawan Solo yang telah mengikuti jejak pemerintahan Jokowi sejak ia belum menuai banyak prestasi dan puja puji orang.

Buku ini dimulai dengan cerita tentang bagaimana kehidupan Jokowi muda. Hidup Jokowi kala itu taklah mudah. Ayahnya sering bergonta ganti kerja, pernah menjadi sopir hingga tukang kayu.  Keluarga mereka hidup sederhana. Rumah saja mengontrak di area bantaran kali.  Pernah pula mereka sekeluarga terpaksa pindah kontrakan karena kena gusur. Agaknya pengalaman hidup dibesarkan di keluarga yang amat sederhana itulah yang membuat Jokowi  tumbuh menjadi sosok yang peduli orang kecil. Ia pernah mengalami bagaimana rasanya hidup sebagai orang kecil.

Namun, walaupun hidup dalam keterbatasan Jokowi taklah pesimis menjalani hidup. Ia bermimpi mengubah jalan hidupnya dan membawa kemakmuran pada keluarganya. Usaha itu bermula dengan menjadi mahasiswa di Teknik Perkayuan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada (UGM). Akrab dengan usaha kayu ayahnya, ia merasa cukup punya bekal untuk menerjunkan diri di bidang itu.

Tamat kuliah ia memulai bisnis furniture dari bawah. Mulai dari menyewa bedeng kecil, hingga pernah merugi besar karena ditipu rekanan. Tapi Jokowi pantang menyerah. Usahanya maksimal, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat usaha furniturenya. Kadang malah menginap di sana. Usahanya berbuah dahsyat, usaha furniturenya merambah pasar internasional.  Mimpinya terwujud.

Bicara soal mimpi, Jokowi sama sekali tak pernah bermimpi menjadi pejabat. Hanya saja ia sempat bermimpi inginbisa memberikan manfaat pada banyak  orang. Ternayata dengan menjadi pejabatlah mimpi itu terwujud. Di Kota kelahirannya, Solo masyarakat bisa merasakan aksi pembaharuannya terhadap kota kelahirannya kota solo.

Tapi selama menjadi pejabat di Solo tak semua jalan mulus. Ia sempat didera beberapa isu hingga pro dan kontra yang sempat mengancam program-program pro rakyatnya tak berhasil. Seperti misalnya pertentangan dengan Gubernur Jawa Tengah yang bersikeras ingin membangun Mall yang amat berdekatan dengan pasar rakyat yang juga situs sejarah.  Kisah-kisah tentang berlikunya jalan Jokowi menjalankan pemerintahan yang pro rakyat inilah yang  setidaknya membuat pembaca tahu bahwa penghargaan dan prestasi yang ia terima diperoleh dengan cara yang tak gampang.

Lalu, mengapa berjudul “Gado-Gado Kerikil”? Apalagi kalau bukan sebagai representasi kehidupan seorang Jokowi yang keras dan penuh liku yang menjadi santapan Jokowi muda.

Terlepas dari Jokowi sebagai sosok pejabat yang sekarang sedang naik daun, agaknya buku ini bisa  menjadi inspirasi bagi siapapun yang membacanya. Mereka yang sedang hidup dalam keterbatasan ekonomi bisa terinspirasi untuk terus berusaha mewujudkan mimpi. Mereka yang sedang punya kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyrarakat, setidaknya juga terinspirasi pada Jokowi yang tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.771 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: